Dalam dunia komputer dan teknologi informasi, konversi bilangan adalah proses mengubah suatu bilangan dari satu sistem bilangan ke sistem bilangan lainnya. Ada beberapa sistem bilangan yang umum digunakan, seperti desimal, biner, oktal, dan hexadesimal. Dalam artikel ini, kita akan membahas 12 konversi bilangan yang paling umum digunakan.
Tapi sebelum itu, untuk mempermudah proses belajar kita harus menghafalkan tabel konversi bilangan seperti berikut :
Dengan menghafal isi tabel tersebut, kita akan menghemat waktu dalam mengonversi bilangan. Di bawah ini adalah cara-cara yang saya pahami dalam mengubah bilangan ke bentuk yang lain.
1. Desimal ke Biner
Konversi desimal ke biner dilakukan dengan membagi bilangan desimal dengan 2 dan mencatat sisa hasil bagi. Proses ini diulangi sampai hasil bagi menjadi 0. Sisa hasil bagi dibaca dari bawah ke atas untuk mendapatkan bilangan biner. Contoh: 256 (desimal) menjadi 100000000 (biner).
2. Desimal ke Hexadesimal.
Konversi desimal ke hexadesimal dilakukan dengan membagi bilangan desimal dengan 16 dan mencatat sisa hasil bagi. Sisa hasil bagi dibaca dari bawah ke atas untuk mendapatkan bilangan hexadesimal. Contoh: 1024 (desimal) menjadi 400 (hexadesimal).
3. Desimal ke Oktal
Konversi desimal ke oktal dilakukan dengan membagi bilangan desimal dengan 8 dan mencatat sisa hasil bagi. Sisa hasil bagi dibaca dari bawah ke atas untuk mendapatkan bilangan oktal. Contoh: 512 (desimal) menjadi 1000 (oktal).
4. Oktal ke Desimal
Konversi oktal ke desimal dilakukan dengan mengalikan setiap digit oktal dengan 8^n (n = posisi digit, mulai dari 0) dan menjumlahkan hasil kalikan. Contoh: 777 (oktal) menjadi 7x8² + 7x8¹ + 7x8⁰ = 511 (desimal).
5. Oktal ke Biner
Konversi oktal ke biner dilakukan dengan mengkonversi setiap digit oktal ke biner (3 digit) dan menggabungkan hasil konversi. Contoh: 123 (oktal) menjadi 001 010 011 (biner).
6. Oktal ke Hexadesimal
Konversi oktal ke hexadesimal dilakukan dengan mengkonversi oktal ke biner dan kemudian mengkonversi biner ke hexadesimal. Contoh: 123 (oktal) menjadi 001 010 011 (biner) menjadi 53 (hexadesimal).
7. Biner ke Hexadesimal
Konversi biner ke hexadesimal dilakukan dengan mengelompokkan biner menjadi 4 digit dan mengkonversi setiap kelompok ke hexadesimal. Contoh: 11111111 (biner) menjadi FF (hexadesimal).
8. Biner ke Desimal
Konversi biner ke desimal dilakukan dengan mengalikan setiap digit biner dengan 2^n (n = posisi digit, mulai dari 0) dan menjumlahkan hasil kalikan. Contoh: 11001010 (biner) menjadi 1x2⁷ + 1x2⁶ + 0x2⁵ + 0x2⁴ + 1x2³ + 0x2² + 1x2¹ + 0x2⁰ = 202 (desimal).
9. Biner ke Oktal
Konversi biner ke oktal dilakukan dengan mengelompokkan biner menjadi 3 digit dan mengkonversi setiap kelompok ke oktal. Contoh: 11001010 (biner) menjadi 312 (oktal).
10. Hexadesimal ke Biner
Konversi hexadesimal ke biner dilakukan dengan mengkonversi setiap digit hexadesimal ke biner (4 digit) dan menggabungkan hasil konversi. Contoh: A5 (hexadesimal) menjadi 1010 0101 (biner).
11. Hexadesimal ke Desimal
Konversi hexadesimal ke desimal dilakukan dengan mengalikan setiap digit hexadesimal dengan 16^n (n = posisi digit, mulai dari 0) dan menjumlahkan hasil kalikan. Contoh: 1A (hexadesimal) menjadi 1x16¹ + 10x16⁰= 26 (desimal).
12. Hexadesimal ke Oktal
Konversi hexadesimal ke oktal dilakukan dengan mengkonversi hexadesimal ke biner dan kemudian mengkonversi biner ke oktal. Contoh: A5 (hexadesimal) menjadi 1010 0101 (biner) menjadi 245 (oktal).
Dengan memahami 12 konversi bilangan ini, kita dapat dengan mudah mengubah suatu bilangan dari satu sistem bilangan ke sistem bilangan lainnya. Semoga artikel ini membantu kalian dalam proses belajar terutama pada bidang informatika.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar