Rabu, 07 Januari 2026

Pencapaianku

Halo semuanya! Selamat Natal dan Tahun Baru. Terima kasih sudah mengunjungi blog ini selama beberapa bulan terakhir. Berhubung tahun sudah berganti, kali ini aku akan menceritakan bagaimana capaianku di tahun 2025 dan apa saja yang ingin aku capai di tahun 2026. Meskipun tidak semua capaianku tercapai, aku banyak mendapatkan pelajaran baru di tahun 2025.

Setelah memikirkan kembali perjalananku selama 2025, ternyata aku lebih banyak mengembangkan potensi diri daripada fokus mengejar prestasi akademik. Hal yang paling berubah dalam diriku adalah cara bersosial. Tahun 2025 aku lebih aktif dalam beberapa kegiatan terutama di Kesukupan Bandung. Secara tidak langsung aku jadi lebih banyak berbicara karena situasi yang mengharuskan berinteraksi dengan berbagai kalangan usia. Ternyata nilai akademikku tidak menurun, justru meningkat. Setidaknya saya tetap masuk dalam 10 besar.


Hal positif yang aku rasakan adalah aku menjadi lebih disiplin tanpa aku sadari. Karena mau tidak mau aku jadi harus membagi waktu dengan benar antara kegiatan sekolah, gereja, kepanitiaan, dan pekerjaan rumah. Bahkan aku jadi lebih rajin berolahraga, makan teratur, dan istirahat cukup. Aku sadar bahwa aku belajar setiap malam menjadi kebiasaan, tanpa diingatkan siapapun. Karena aku selalu takut tertinggal pelajaran akibat aktivitas yang padat di luar sekolah. Tetapi setiap hal pasti memiliki dampak negatif. Saya jadi kurang meluangkan waktu untuk diri sendiri. Saya jadi jarang bermain dengan teman-teman di sekolah dan berinteraksi dengan keluarga di rumah.

Capaianku di tahun 2025 yang tidak terlaksana adalah berteman dengan lebih banyak orang, terutama di sekolah. Aku sadar bahwa selama ini aku fokus pada akademik dan kegiatan di luar sekolah. Aku terlalu sibuk dengan kegiatan yang padat. Seharusnya aku bisa menyempatkan diri untuk menyapa, berinteraksi, dan bermain bersama teman sebaya. Aku juga jadi jarang bercerita dan membantu orangtua di rumah karena selalu pulang sore hari. Setiap pulang sekolah aku mandi, makan, belajar, kemudian beristirahat. Saat teman-temanku yang lain bermain game online, aku sudah tertidur karena aku bangun saat semua orang masih tidur untuk belajar lagi.

Rencanaku di tahun 2026 adalah tidak mengisolasi diri dengan pelajaran sekolah. Aku akan berusaha lebih ramah kepada semua orang. Aku ingin memiliki lebih banyak teman karena ternyata selama ini aku hanya berteman dengan buku pelajaran sekolah dan seragam panitia. Aku akan lebih memerhatikan dan sadar akan orang-orang di sekitarku.

Capaian yang ingin aku capai di 2026 tidak banyak. Aku akan menyeimbangkan antara bermain game dan belajar tanpa mengurangi waktu istirahat. Aku juga ingin mengurangi jajan dengan lebih banyak makan buah dan makanan sehat sekaligus menabung. Aku akan tetap menerapkan belajar malam dan pagi hari agar lebih efektif karena taku sudah membuktikannya di 2025. Tetapi aku sedikit mengurangi waktunya agar dapat sedikit bersantai, bermain game bersama teman, dan berinteraksi dengan keluarga di rumah.

Rencanaku dalam meningkatkan nilai akademik adalah belajar ekstra untuk mata pelajaran yang kurang aku kuasai seperti Pendidikan Pancasila, Ilmu Pengetahuan Alam, Bahasa Sunda, Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, dan beberapa lainnya. Aku akan berusaha meningkatkan semua nilai mata pelajaran dan belajar lebih serius. Terkhusus untuk pelajaran informatika, aku ingin lebih banyak melakukan research mandiri, mengulas pelajaran, dan membaca dari beberapa sumber lain. Jika sempat, saya akan mengulas materi pelajaran yang saya pelajari hari itu pada malam hari.

Selasa, 09 Desember 2025

Recon Text: My Precious Chance


A few weeks ago, I joined a meaningful program called Saint Mary’s Way at my school, SMP Santa Maria Bandung. For my ASAS project, I needed to write a blog, so I decided to share this experience. I was assigned to accompany the children’s faith formation program at GSG Cinunuk, a place that is special to me because I first joined children’s faith formation there when I was four years old. Even before this project, I had already been helping there for about three years.

The program ran for three Sundays in a row. I was not able to attend the first Sunday because I had another activity. Even so, I prepared the materials: a slideshow, songs, and prayers. On that day, one of my friends also could not come due to a family loss, so only one friend was able to help. Thankfully, the senior youth mentors who usually guide the children supported the activity and made sure everything went smoothly.

The second Sunday became the most memorable part of the program. My friends and I arrived one hour early to prepare a BKSN 2025 Tree made from recycled paper. The children wrote short messages on apple-shaped papers and then pasted them onto the tree. After the closing prayer for BKSN, we sang and danced together. This meeting felt special because my friends began to step out of their comfort zones. We worked closely with the children while helping them complete the activity and a crossword puzzle we had prepared.

On the last Sunday, which coincided with the opening of the Month of the Rosary, I created a large paper rosary using buffalo paper. We also printed small decorations for the children to paste freely. Before the crafting session, the senior mentors led the Missionary Rosary prayer. After praying and creating together, we ended the day with simple movements and songs. At the end, my friends and I shared our impressions and said goodbye to the children and mentors.

When the program ended, we presented our experience. One parent encouraged us to continue serving and not stop here. This message really motivated me. Through SMW, I became more confident, more caring, and more willing to talk to new people. I also grew more excited to join other ministries like altar serving, psalm singing, and volunteering at the diocese.

In the end, this experience taught me the values shown by Mother Mary: obedience, humility, faithfulness, and compassion. Just as Mary always said “yes” to God’s call, I want to keep saying “yes” to every chance to serve and grow. I hope others, especially my friends, can also find the courage to step out of their comfort zones and discover their own place to serve.



3 Minggu Bersama Adik-adik





Saint Mary's Way 
By Angelina Zita Ambarwati

Hai semuanyaa, kembali lagi bersama Zita dan berbagai artikel singkatnya. Kali ini aku ingin menceritakan sebuah pengalaman menarik yang beberapa waktu lalu aku alami. Tujuan utamaku membuat tulisan ini adalah memenuhi proyek ASAS, yaitu membuat blog. Jadi, mungkin aku akan mengetik lebih banyak dari biasanya. Sekolahku mengadakan program Saint Mary's Way. Aku sekolah di SMP Santa Maria Bandung. Program ini adalah salah satu kegiatan kokulikuler. 

See

Dalam program kali ini aku ditugaskan untuk mendampingi bina iman anak di GSG Cinunuk, Bandung. Tempat tersebut adalah tempat dimana aku pertama kali mengenal bina iman anak saat berumur 4 tahun. Dalam program SMW ini saya mendampingi bina iman anak selama 3 minggu berturut-turut, tepatnya setiap hari minggu. Tetapi sebenarnya aku sudah mendampingi bina iman anak di GSG ini sejak 3 tahun yang lalu. Dalam program ini aku mengajak dua orang teman, satu laki-laki dan satu perempuan.

Aku dan teman-teman juga didampingi beberapa kakak senior selama program Saint Mary's Way ini berlangsung. Setiap minggunya, kegiatan yang dilakukan berbeda-beda. Pada minggu pertama, saya berhalangan hadir karena mengikuti     kegiatan di keuskupan. Maka dari itu, beberapa hari sebelum pelaksanaan aku membuatkan materi untuk bina iman anak. Aku membuatkan salindia, mencarikan lagu dan membuatkan doa singkat untuk pembuka dan penutup. Saat hari Minggu, ternyata temanku yang laki-laki juga tidak dapat hadir karena mendapatkan kabar duka dari keluarganya. Jadi, temanku yang dapat bertugas hanya satu. Tetapi untungnya aku dapat meminta bantuan kakak senior yang selalu mendampingi bina iman anak sejak sebelum aku ikut mendampingi.

Pada minggu kedua, aku dan teman-teman berkumpul 1 jam sebelum  iman dimulai. Kami menyiapkan alat peraga berupa pohon BKSN 2025 dari kertas bekas. Pohon itu akan ditempel dengan kertas-kertas kecil berbentuk apel dengan tulisan anak-anak. Bina iman hari itu dimulai dengan ibadat penutupan BKSN 2025, dilanjut menulis dan menempel kertas bentuk apel yang sudah disiapkan sebelumnya. Setelah itu aku memutar beberapa lagu sekolah minggu lalu bernyanyi dan menari bersama adik-adik. Hari itu adalah pelaksanaan program SMW paling berkesan untukku.

Minggu terakhir, karena bertepatan dengan pembukaan bulan rosario, aku memutuskan membuat rosario besar menggunakan kertas buffalo. Aku dan teman-teman menggunting kertas dan mencetak beberapa hiasan kecil agar adik-adik dapat menempelkan hiasan sesuka hati. Sebelum berkreasi, kakak-kakak pendamping senior disana memimpin doa rosario misioner. Rosario Misioner adalah rosario yang biasanya digunakan SEKAMI, anak dan remaja misioner untuk mendoakan seluruh dunia. Setelah doa rosario dan berkreativitas, program SMW terakhir ini ditutup dengan gerak dan lagu bersama adik-adik. Setelah itu, aku dan teman-teman yang bertugas memberikan kesan dan pesan, serta berpamitan dengan adik-adik.

Judge


Aku sempat mengatakan bahwa pelaksanaan SMW yang paling berkesan adalah Minggu kedua. Minggu itu, aku sangat senang karena dapat mengajak temanku keluar dari zona nyamannya. Mereka juga memberikan kesan yang sangat baik setelah menjalani Saint Mary's Way ini. Minggu itu aku dan teman-teman lebih banyak berinteraksi langsung dengan adik-adik karena harus turun tangan membantu mereka membuat Pohon Aksi Nyata BKSN dan menyelesaikan teka-teki silang yang aku dan teman-teman persiapkan. Meskipun harus sedikit menyisihkan uang saku untuk menyiapkan kegiatan setiap minggunya, aku sangat senang dapat bekerja sama membuat bina iman anak terasa lebih hidup. Dari ide-ide temanku kemarin, aku dan kakak-kakak senior pendamping di gsg cinunuk juga jadi termotivasi dan ingin membuat bina iman anak di sana menjadi lebih menyenangkan.

Menurutku, program Saint Mary's Way ini juga membuat teman-temanku yang belum aktif dalam kegiatan diluar sekolah menjadi termotivasi untuk mulai bergerak dan mencari tempatnya berkarya di dalam masyarakat. Selain itu, teman-temanku juga dapat diajak bekerja sama dengan baik. Mereka cepat menanggapi dan mau saling memberi kritik dan saran. Mereka juga tidak malu untuk bertanya kepada kakak-kakak senior yang mungkin baru mereka kenal.

Selain itu, adik-adik disana sangat antusias melihat wajah-wajah baru pendamping muda. Adik-adik disana jadi lebih aktif bertanya ataupun menjawab pertanyaan. Pertanyaan mereka sangat unik, mulai dari mengenai topik bina iman hari itu hingga menanyakan aku dan teman-teman mulai dari namanya siapa, sekolah dimana, rumahnya dimana, umur berapa, suka makan apa, suka nonton film apa, dan masih banyak lagi.

Secara tidak langsung hal ini membuat aku dan teman-teman menjadi lebih dekat dengan adik-adik. 3 minggu itu terasa begitu singkat, rasanya baru kemarin aku memperkenalkan kedua temanku kepada adik-adik di GSG Cinunuk. Sampai akhirnya aku dan teman-teman berpamitan dengan adik-adik dan kakak seniorku, meskipun kedepannya aku akan tetap melanjutkan mendampingi bina iman seperti tahun-tahun sebelumnya.

Act

Setelah program selama 3 minggu itu selesai, singkat cerita tibalah hari untuk mempresentasikan proses yang sudah aku lalui. Pada saat presentasi, orang tua dari salah satu temanku memberikan pesan untuk tidak berhenti berkarya sampai disini saja, tetapi teruslah berkarya kedepannya. Aku jadi semakin termotivasi untuk aktif dalam kegiatan-kegiatan diluar sekolah. Selain mendampingi bina iman anak beberapa tahun ini, aku juga mengikuti misdinar, mazmur, dan volunteer di keuskupan Bandung.

Perubahan yang aku rasakan sejak mulai aktif dalam lingkungan masyarakat adalah lebih percaya diri untuk berbicara dengan orang lain, bahkan di depan banyak orang. Selain itu, aku merasa menjadi pribadi yang lebih peduli dan sadar akan keadaan di lingkungan sekitarku. Secara tidak langsung, aku jadi lebih mudah tersenyum dan menyapa orang lain. Aku juga mulai meninggalkan rasa canggung saat bertemu orang yang tidak aku kenal meskipun masih berproses.

Hal yang paling aku rasakan sekarang adalah aku menjadi merasa lebih semangat untuk hidup terutama setelah bertemu banyak orang dengan latar belakang yang berbeda-beda. Mulai dari anak kecil hingga dewasa dan dengan segala keunikannya, dengan semua cerita yang mereka alami, mereka juga tetap semangat menjalani hidup. Dari situ aku mulai belajar untuk tidak mudah menyerah dalam melakukan apapun.

Aku berharap teman-temanku yang masih dalam zona nyamannya segera keluar dan menemukan tempatnya masing-masing untuk melihat dunia lebih luas. Sekolah memang penting dan nomor satu bagiku. Aku juga belajar membagi waktu untuk kegiatan setiap harinya yang semakin hari semakin padat. Aku yakin jika keluar dari zona nyaman tidak akan membuat siapapun rugi. Justru disana orang-orang akan membuka matanya dengan lebar untuk melihat sekitarnya.

Menurut aku pribadi, keluar dari zona nyaman mulai dari sekarang akan membuatku lebih banyak belajar dan mempersiapkan diri untuk masa depan. Karena masih banyak hal yang hanya bisa aku pelajari dengan mengalami prosesnya langsung sendiri, karena faktanya banyak pembelajaran hidup yang tidak aku dapat disekolah. Aku juga menjadi tidak takut untuk gagal, karena yang terpenting adalah sejauh mana aku bisa berusaha.

Semoga orang-orang yang membaca tulisanku ini menjadi termotivasi. Terutama orang-orang yang mungkin masih bersantai dalam zona nyamannya. Aku juga berharap akan ada lebih banyak program seperti Saint Mary's Way ini agar teman-teman yang belum aktif dalam kegiatan masyarakat dapat memiliki kesempatan untuk mulai melihat lebih luas orang-orang di lingkungan sekitarnya.

Aku Zita, selalu dengan artikel-artikelnya mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang sudah mau menyisihkan waktu untuk mampir dan membaca artikel-artikel yang aku buat. Kedepannya aku akan membuat lebih banyak tulisan baik pengalaman pribadi maupun tugas sekolah.

Mel : https://inspirasikeatifabadi.blogspot.com/2025/11/senyum-mereka-mengajarkanku-arti.html

Krisna : https://informationthingandshare.blogspot.com/

Ayu : https://ruangpixelviaa.blogspot.com/

Bagas : https://baggassoloading.blogspot.com/

Rabu, 12 November 2025

Konversi Bilangan

Halo semuanya, kembali lagi bersama Zita dengan artikelnya. Apa kabar? Setelah beberapa waktu lalu saya membuat artikel tentang sistem komputer dan konversi bilangan secara garis besar, saya akan menjelaskan lebih lanjut mengenai konversi bilangan. Kali ini, tujuan saya membuat artikel adalah membagikan apa yang saya pelajari dari pelajaran informatika di sekolah. Semoga setelah membaca tulisan ini, kalian mendapatkan hal baru yang dapat dipelajari.




Konversi bilangan adalah proses mengubah suatu bilangan dari satu sistem bilangan ke sistem bilangan lainnya. Ada beberapa sistem bilangan yang umum digunakan, seperti desimal, biner, oktal, dan hexadesimal. Konversi bilangan sangat penting dalam dunia komputer dan teknologi informasi, karena komputer hanya dapat memahami bilangan biner.

Sistem bilangan desimal adalah sistem bilangan yang paling umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari, namun komputer tidak dapat memahami bilangan desimal secara langsung. Oleh karena itu, kita perlu mengubah bilangan desimal menjadi bilangan biner agar dapat diproses oleh komputer. Konversi desimal ke biner dapat dilakukan dengan membagi bilangan desimal dengan 2 dan mencatat sisa hasil bagi.

Selain konversi desimal ke biner, ada juga konversi lainnya seperti desimal ke oktal, desimal ke hexadesimal, biner ke desimal, dan lain-lain. Setiap konversi memiliki cara yang berbeda-beda, namun tujuan akhirnya adalah sama, yaitu untuk mengubah suatu bilangan dari satu sistem bilangan ke sistem bilangan lainnya. Dengan memahami konversi bilangan, kita dapat lebih mudah memahami cara kerja komputer dan teknologi informasi.




Dalam dunia komputer, konversi bilangan sangat penting karena dapat mempengaruhi kecepatan dan efisiensi proses pengolahan data. Oleh karena itu, kita perlu memahami konversi bilangan dengan baik agar dapat mengoptimalkan kinerja komputer dan teknologi informasi. Dengan demikian, kita dapat memanfaatkan teknologi informasi dengan lebih efektif dan efisien.

Seperti yang saya katakan pada awal tulisan, apakah kalian mendapatkan hal baru setelah membaca artikel ini? Sebenarnya masih banyak hal yang ingin saya tulis, tetapi karena satu dan lain hal saya belum dapat melanjutkannya. Tetapi saya akan membuat tulisan-tulisan baru ke depannya mengenai konversi bilangan dan topik-topik baru lainnya. Terima kasih sudah membaca tulisan ini ^^

Sistem Komputer dan Konversi Bilangan

Halo semuanya, kembali lagi bersama Zita dengan artikel singkatnya. Sesuai dengan judul artikel ini, kita akan membahas sistem komputer dan konversi bilangan. Tujuan utama membuat artikel ini adalah sebagai pengetahuan awal bab baru pelajaran informatika saya. Harapannya, dengan membuat artikel ini saya tidak belajar sendirian. Saya ingin membagikan apa yang saya tahu tentang sistem komputer dan konversi bilangan.

Menurut https://www.detik.com, secara umum komputer adalah peralatan elektronik yang menerima masukan data, mengolah data, dan memberikan hasil keluaran dalam bentuk informasi. Data informasi tersebut dapat berupa gambar, teks, suara, atau video. Definisi tersebut sejalan dengan pengertian sistem komputer menurut Andrew S. Tanenbaum dalam bukunya Structures Computer Organization yaitu kombinasi dari perangkat keras dan perangkat lunak yang bekerja bersama untuk menjalankan program-program komputer. Dengan demikian, pengertian sistem komputer merujuk pada elemen-elemen yang terkait satu sama lain untuk menjalankan suatu aktivitas atau program yang menggunakan komputer.



Mengutip https://www.orami.co.id konversi bilangan adalah proses mengubah bentuk bilangan dari satu bentuk ke bentuk bilangan lain yang memiliki nilai sama. Biasanya konversi bilangan digunakan dalam sistem bilangan komputer yang nantinya digunakan dalam coding atau pemprograman. Pada umumnya, terdapat 4 jenis sistem bilangan yang biasa digunakan dalam sistem komputer. Yaitu bilangan desimal yang biasa kita gunakan, bilangan biner yang merupakan rangkaian kombinasi angka nol dan satu, bilangan oktal, dan bilangan hexa-desimal.


Apa hubungan sistem komputer dan konversi bilangan?

Konversi bilangan banyak digunakan dalam sistem komputer, terutama dalam coding. Pada jenjang pendidikan tertentu, terutama SMP dan SMA, konversi bilangan menjadi salah satu materi pelajaran dalam bidang informatika. Hal ini bertujuan untuk memberikan materi awal, terutama bagi siswa/i yang tertarik untuk berkarir pada bidang informatika nantinya. Menurut https://www.orami.co.id/magazine/konversi-bilangan , selain dalam bidang informatika, konversi bilangan juga digunakan dalam beberapa profesi lain seperti teknik, sains, dan pendidikan.

Jadi, jika kalian memiliki minat atau bakat dalam bidang-bidang tersebut, kalian dapat menelusuri lebih lanjut mengenai sistem komputer ataupun konversi bilangan. Kali ini saya menyampaikan garis besar mengenai kedua materi yang sedang saya pelajari. Setelah saya mempelajari keseluruhan bab pelajaran informatika yang satu ini, saya akan membuat artikel lain yang baru. Dengan tujuan akhir membagikan apa yang saya tahu, semoga apa yang saya sampaikan menjadi manfaat bagi banyak orang. Nantikan artikel saya yang baru ya!

Caraku Belajar Konversi 4 Jenis Bilangan

Dalam dunia komputer dan teknologi informasi, konversi bilangan adalah proses mengubah suatu bilangan dari satu sistem bilangan ke sistem bilangan lainnya. Ada beberapa sistem bilangan yang umum digunakan, seperti desimal, biner, oktal, dan hexadesimal. Dalam artikel ini, kita akan membahas 12 konversi bilangan yang paling umum digunakan.

Tapi sebelum itu, untuk mempermudah proses belajar kita harus menghafalkan tabel konversi bilangan seperti berikut :

Dengan menghafal isi tabel tersebut, kita akan menghemat waktu dalam mengonversi bilangan. Di bawah ini adalah cara-cara yang saya pahami dalam mengubah bilangan ke bentuk yang lain.

1. Desimal ke Biner

Konversi desimal ke biner dilakukan dengan membagi bilangan desimal dengan 2 dan mencatat sisa hasil bagi. Proses ini diulangi sampai hasil bagi menjadi 0. Sisa hasil bagi dibaca dari bawah ke atas untuk mendapatkan bilangan biner. Contoh: 256 (desimal) menjadi 100000000 (biner).

2. Desimal ke Hexadesimal. 

Konversi desimal ke hexadesimal dilakukan dengan membagi bilangan desimal dengan 16 dan mencatat sisa hasil bagi. Sisa hasil bagi dibaca dari bawah ke atas untuk mendapatkan bilangan hexadesimal. Contoh: 1024 (desimal) menjadi 400 (hexadesimal).

3. Desimal ke Oktal

Konversi desimal ke oktal dilakukan dengan membagi bilangan desimal dengan 8 dan mencatat sisa hasil bagi. Sisa hasil bagi dibaca dari bawah ke atas untuk mendapatkan bilangan oktal. Contoh: 512 (desimal) menjadi 1000 (oktal).

4. Oktal ke Desimal

Konversi oktal ke desimal dilakukan dengan mengalikan setiap digit oktal dengan 8^n (n = posisi digit, mulai dari 0) dan menjumlahkan hasil kalikan. Contoh: 777 (oktal) menjadi 7x8² + 7x8¹ + 7x8⁰ = 511 (desimal).

5. Oktal ke Biner

Konversi oktal ke biner dilakukan dengan mengkonversi setiap digit oktal ke biner (3 digit) dan menggabungkan hasil konversi. Contoh: 123 (oktal) menjadi 001 010 011 (biner).

6. Oktal ke Hexadesimal

Konversi oktal ke hexadesimal dilakukan dengan mengkonversi oktal ke biner dan kemudian mengkonversi biner ke hexadesimal. Contoh: 123 (oktal) menjadi 001 010 011 (biner) menjadi 53 (hexadesimal).

7. Biner ke Hexadesimal

Konversi biner ke hexadesimal dilakukan dengan mengelompokkan biner menjadi 4 digit dan mengkonversi setiap kelompok ke hexadesimal. Contoh: 11111111 (biner) menjadi FF (hexadesimal).

8. Biner ke Desimal

Konversi biner ke desimal dilakukan dengan mengalikan setiap digit biner dengan 2^n (n = posisi digit, mulai dari 0) dan menjumlahkan hasil kalikan. Contoh: 11001010 (biner) menjadi 1x2⁷ + 1x2⁶ + 0x2⁵ + 0x2⁴ + 1x2³ + 0x2² + 1x2¹ + 0x2⁰ = 202 (desimal).

9. Biner ke Oktal

Konversi biner ke oktal dilakukan dengan mengelompokkan biner menjadi 3 digit dan mengkonversi setiap kelompok ke oktal. Contoh: 11001010 (biner) menjadi 312 (oktal).

10. Hexadesimal ke Biner

Konversi hexadesimal ke biner dilakukan dengan mengkonversi setiap digit hexadesimal ke biner (4 digit) dan menggabungkan hasil konversi. Contoh: A5 (hexadesimal) menjadi 1010 0101 (biner).

11. Hexadesimal ke Desimal

Konversi hexadesimal ke desimal dilakukan dengan mengalikan setiap digit hexadesimal dengan 16^n (n = posisi digit, mulai dari 0) dan menjumlahkan hasil kalikan. Contoh: 1A (hexadesimal) menjadi 1x16¹ + 10x16⁰= 26 (desimal).

12. Hexadesimal ke Oktal

Konversi hexadesimal ke oktal dilakukan dengan mengkonversi hexadesimal ke biner dan kemudian mengkonversi biner ke oktal. Contoh: A5 (hexadesimal) menjadi 1010 0101 (biner) menjadi 245 (oktal).

Dengan memahami 12 konversi bilangan ini, kita dapat dengan mudah mengubah suatu bilangan dari satu sistem bilangan ke sistem bilangan lainnya. Semoga artikel ini membantu kalian dalam proses belajar terutama pada bidang informatika.

Kamis, 09 Oktober 2025

Outing


 Hai, ini aku, Zita. Beberapa waktu lalu, aku pergi ke dua tempat bersama teman-teman sekolahku. Kami di bagi menjadi kelompok kecil. Kelompokku terdiri dari 5 orang, termasuk aku. Aku dan teman-teman kelompokku mempersiapkan beberapa hal sebelum hari keberangkatan tiba.

 Sebenarnya kegiatan ini seperti "outing" pada umumnya. Tetapi bedanya, kali ini kegiatan lebih terstruktur karena memiliki persiapan sebelum pelaksanaan dan hasil setelah kegiatan selesai. Setelah mempertimbangkan banyak hal, kami memutuskan untuk membuat hasil akhir dalam bentuk sebuah video vlog. Sebelum hari pelaksanaan, kami menyiapkan konsep dan membagi tugas dokumentasi di setiap bagian kegiatan agar tidak ada yang merasa terbebani sendiri.


Pada waktu hari pelaksanaan, semuanya berjalan sesuai rencana. Kami melakukan banyak kegiatan yang menyenangkan. Pertama-tama kami berkunjung ke pakarangan ulin. Disana kami disambut kakak-kakak yang baik dan ramah. Setelah pembukaan, kami diajarkan membuat bentuk burung dari janur. Tidak hanya itu, kami juga bermain 8 permainan tradisional yang sangat seru. Kami bermain tidak peduli menang atau kalah, tetapi kami sangat senang dapat merasakan kebersamaan yang sudah mulai pudar akibat gadget. Setelah itu kami pergi ke Batik Komar mendapatkan penjelasan seputar batik. Kami juga diajarkan membuat batik menggunakan canting dan cap. Lalu kami mewarnai hasil batik yang sudah dibuat.

Awalnya kelompokku memilih hasil akhir berupa sebuah tulisan. Sebuah blog lebih tepatnya. Tetapi ternyata hasil akhir kegiatan ini harus menggunakan bahasa inggris total sehingga kami tidak yakin dapat menyelesaikan tugas dengan baik. Akhirnya setelah banyak pertimbangan dan berkonsultasi ke beberapa guru, kami membuat hasil akhir berupa blog.

Secara tidak langsung, kami belajar menyusun kata-kata dan berbicara dalam bahasa inggris saat membuat vlog. Kamu juga saling membantu dalam pengeditan hasil akhir, sehingga semua orang memiliki perannya masing-masing. 






Rabu, 24 September 2025

Teknologi

 Bagi aku, teknologi sudah menjadi bagian penting dalam proses belajar sehari-hari. Dengan adanya smartphone, laptop, dan internet, aku bisa mencari informasi dengan cepat tanpa harus selalu bergantung pada buku cetak. Misalnya, ketika ada pelajaran yang sulit aku pahami, aku bisa langsung mencari penjelasan tambahan melalui artikel, video pembelajaran, atau forum diskusi online.

 
sumber gambar : https://sulselprov.go.id/post/perkembangan-teknologi-ancaman-atau-peluang

Aku juga merasa lebih mudah belajar dengan menggunakan aplikasi pendidikan. Ada banyak aplikasi yang menyediakan latihan soal, rangkuman materi, bahkan simulasi ujian. Dengan cara itu, aku bisa berlatih kapan saja tanpa harus menunggu guru memberi tugas. Teknologi membuat belajar terasa lebih fleksibel dan menyenangkan.

Selain itu, aku sering memanfaatkan teknologi untuk belajar secara visual. Video pembelajaran di YouTube atau animasi interaktif membantu aku memahami konsep yang rumit dengan cara yang lebih sederhana. Rasanya lebih mudah menangkap pelajaran ketika ada gambar, suara, dan contoh nyata dibandingkan hanya membaca teks panjang.

Tidak hanya itu, teknologi juga membuka kesempatan bagi aku untuk belajar bersama orang lain. Melalui grup belajar online, aku bisa bertanya, berdiskusi, dan berbagi materi dengan teman-teman meskipun kami tidak berada di tempat yang sama. Hal ini membuat aku merasa lebih termotivasi karena ada interaksi yang saling mendukung.

Bagi aku, menjadikan teknologi sebagai sarana belajar berarti memanfaatkannya dengan bijak. Aku berusaha menggunakannya bukan hanya untuk hiburan, tetapi juga untuk menambah ilmu. Dengan cara ini, teknologi tidak lagi sekadar alat, melainkan teman yang membantu aku meraih cita-cita dan masa depan yang lebih baik.

Aku juga membuat artikel tentang dampak positif teknologi pada https://journeypediazitaa.blogspot.com/2025/09/sisi-baik-si-teknologi.html

Sisi Baik Si Teknologi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia tepatnya https://kbbi.web.id/teknologi, metode ilmiah yang digunakan untuk mencapai tujuan praktis, dan merupakan salah satu ilmu pengetahuan terapan disebut teknologi. Sesuai definisinya, teknologi diciptakan untuk mempermudah aktivitas sehari-hari. Sekarang teknologi sudah berkembang, dan akan terus berkembang seiring berjalannya waktu. Masalahnya, seperti yang kita semua tahu, teknologi tidak hanya berdampak baik dalam kehidupan. Tidak jarang orang-orang salah menggunakan teknologi, bahkan mungkin kita sendiri.
Kali ini kita tidak akan membicarakan hal-hal buruk itu. Aku sadar, aku sendiri tidak jarang menggunakan AI untuk mengerjakan tugas sekolah. Maka marilah kita kembali membahas apa yang perlu kita bahas. Teknologi berpengaruh besar bagi kehidupan kita semua, bahkan mungkin sejak kita lahir. Sekarang hampir tidak ada manusia yang sama sekali tidak mengenal teknologi. Bagaimanapun teknologi bertujuan dan berdampak baik bagi kehidupan kita semua.

Sekarang kita tidak perlu lagi membaca lembaran koran dan artikel. Bahkan buku pelajaran mulai jarang disentuh para pelajar, termasuk aku sendiri. Akses informasi sudah sangat dipermudah. Bahkan kita semua dapat mendapatkan informasi dari belahan manapun. Dengan kata lain, kita dapat mengetahui segala informasi dari seluruh dunia. 

Selain itu, sekarang kita cenderung menyerap informasi lewat konten yang pendek dan menarik. Hal ini juga menjadi peluang baru, di mana para konten kreator bermunculan. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang menjadikannya mata pencaharian utama. Jika kita mengalami kendala dalam melakukan sesuatu, kita sudah tahu harus mencari informasi kemana. Sudah banyak platform yang terbuka dan memang dirancang untuk memberikan segala informasi yang kita butuhkan.

Bahkan kegiatan kita sehari-hari sudah sangat dipermudah. Mulai dari penggunaan listrik, lampu, alat-alat elektronik, hingga kendaraan. Kini kita semua dapat melakukan segala sesuatu mudah. Maka dari itu, mari kita menggunakan segala bentuk teknologi dengan bijak agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sekitar kita.

Sebenarnya aku masih ingin menulis lebih banyak mengenai manfaat teknologi, tetapi karena satu dan lain hal aku belum dapat melanjutkan tulisan ini. Jika kalian ingin mengetahui lebih banyak, kalian dapat melihat laman situs berikut :

Terima kasih

Sekolah

 Sekolah adalah lembaga pendidikan formal yang berfungsi sebagai tempat belajar dan mengajar. Di sekolah, siswa mendapatkan ilmu pengetahuan, keterampilan, serta nilai-nilai moral yang dibimbing oleh guru. Selain itu, sekolah juga menjadi wadah pembentukan karakter sehingga siswa tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kepribadian yang baik.


sumber gambar : https://disdikpora.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/32_mengenal-lingkungan-sekolah-kunci-penting-dalam-pendidikan

Selain sebagai pusat ilmu, sekolah juga berperan penting dalam membentuk kebiasaan dan kedisiplinan. Siswa diajarkan untuk menghargai waktu, menaati aturan, dan bekerja sama dengan orang lain. Nilai-nilai tersebut akan bermanfaat ketika mereka terjun langsung ke masyarakat.

Sekolah juga menjadi tempat berkembangnya potensi diri. Melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler, siswa bisa menyalurkan minat dan bakat mereka, misalnya dalam bidang seni, olahraga, maupun kepemimpinan. Hal ini membantu anak didik menemukan jati diri sekaligus mengasah keterampilan di luar mata pelajaran utama.

Tidak hanya untuk individu, keberadaan sekolah juga penting bagi pembangunan bangsa. Pendidikan yang baik akan mencetak generasi muda yang berkualitas, mampu berinovasi, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Dengan begitu, sekolah berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih maju dan sejahtera.

Secara keseluruhan, sekolah bukan hanya tempat untuk menimba ilmu, tetapi juga wadah pembentukan karakter, pengembangan potensi, dan persiapan menuju kehidupan yang lebih baik. Oleh karena itu, penting bagi setiap orang untuk memanfaatkan kesempatan bersekolah dengan sebaik-baiknya agar dapat meraih masa depan yang cerah.

Aku memiliki cerita tentang perjalanan sekolahku, di https://journeypediazitaa.blogspot.com/2025/09/aku-disini.html

Hobi

Kita semua tahu, hobi adalah kegiatan yang kita sukai yang dilakukan saat waktu senggang. Aku pribadi juga senang melakukan hal-hal yang menyenangkan untuk mengisi waktu luang. Salah satu hobiku adalah membaca buku. Jika kalian ingin tahu lebih banyak, kalian dapat melihat situs https://journeypediazitaa.blogspot.com/2025/09/aku-disini.html . Selain membaca buku, aku memiliki ketertarikan terhadap bidang seni. Sejak kecil aku suka menyanyi, hingga sekarang aku senang bermain keyboard dan gitar walau sebatas hobi.



Seni sebagai hobi adalah salah satu tipe kegiatan kreatif yang dapat memberikan kepuasan dalam hati dan kesempatan berekspresi. Dari melukis, menggambar, kerajinan tangan, hingga tari atau musik, kegiatan seni ini menawarkan ruang bagi seseorang untuk menyalurkan perasaan, ide, dan imajinasi pada medium konkret. Bahkan, hobi seni tidak harus menghasilkan karya sempurna fokus utamanya adalah proses berkarya, bukan hasil produknya.

Seseorang tidak harus "jago" terlebih dahulu agar bisa merasakan manfaat dari seni sebagai hobi. Bergabung dengan kegiatan seni juga memberikan manfaat psikologis dan kognitif yang besar. Aktivitas seni seperti lukisan dan melukis dapat membantu mengurangi stres dan memperbaiki fokus, karena kita akan "menggantung" dalam proses menggambarkan sesuatu dengan teliti.

Selain itu, seni juga mengembangkan koordinasi tangan-mata, kemampuan menyelesaikan masalah, dan mengaktifkan kreativitas otak kita untuk berpikir "out of the box". Dengan rutin berlatih, satu bisa melihat progres dalam kemampuan teknisnya, yang kemudian memperkuat sentimen percaya diri sendiri. Hobi keindahan tidak hanya bernilai emosional, melainkan juga potensial ekonomis.

Banyak terbukalah yang sukses mengubah minat dan bakat dalam seni menjadi sumber pendapatan, contohnya denganjualan lukisan, karya kerajinan, pertunjukan musik atau tari, sampai dengan menjual karya digital di media sosial. Berkat bantuan platform internet dan komunitas seniman, transisi dari hobi ke profesi semakin luas peluangnya.


Aku Disini

Mungkin kalian sudah mengenalku. Aku Zita, orang yang menyebalkan. Sekarang aku duduk di bangku sekolah, kelas 9 di SMP Santa Maria Bandung. Orang-orang mengenalku sebagai anak seni. Aku tidak menyukai pelajaran olahraga, dan aku tidak menyukai pelajaran yang mengharuskan aku berkutat dengan buku dan bacaan.

  

 Sebaliknya, aku suka membaca buku-buku berbau fiksi. Sejak umur 4 tahun aku sudah memiliki banyak buku cerita di rumah. Begitupun ketika aku mulai memasuki sekolah dasar. Aku mulai beralih membaca komik. Tetapi ternyata aku tidak nyaman dengan banyak gambar yang memusingkan sehingga beralih membaca novel. Sejauh ini aku sudah hampir menamatkan 3 series novel dan buku favoritku tidak akan pernah berubah.

Waktu itu aku tidak sengaja melihat isi rak buku saat berkunjung ke rumah teman orangtuaku. Satu nama yang aku lihat dan tidak pernah aku lupakan adalah "Harry Potter". Singkatnya setelah aku beberapa kali meminjam buku dari teman orangtuaku, aku menamatkannya. Lalu dengan rasa penasaran yang sangat tinggi aku menonton semua film Harry Potter, hingga tamat. Aku sangat kecewa kala itu. Banyak sekali bagian dari novel yang dihilangkan dalam adegan film. Tapi biarlah itu berlalu, bagaimanapun aku tetap menjadikannya series terbaik hingga sekarang.

Aku tidak menyukai orang-orang yang hidupnya monoton. Bahkan untuk sekedar sekolah pun aku tidak jarang merasa bosan. Selain terus membaca novel, tidak ada satu pun kegiatan yang benar-benar aku lakukan setiap hari. Jika hari ini sepulang sekolah aku bermain piano, besok aku akan bermain gitar. Jika kemarin aku menggambar, mungkin lusa bisa saja melukis.

Mungkin jika diceritakan akan terdengar seperti seorang remaja yang belum memikirkan masa depan. Aku sudah berencana untuk berkuliah di jurusan pendidikan musik. Alasan utamanya adalah sebetulnya aku ingin menjadi guru, tetapi setelah mempertimbangkan banyak hal akhirnya aku memilih akan menjadi guru musik. Aku ingin membuat konten dan karya dalam bidang musik sambil mengajar nantinya.

Aku membaca ulang tulisanku sendiri seperti membayangkan sesuatu yang mustahil. Biarlah seperti itu, aku akan terus belajar dan menggapai prestasi akademik sembari terus memperluas wawasanku dalam bidang seni musik impianku ini. Aku membuat tulisan ini bukan untuk menginspirasi siapapun, bukan untuk membanggakan diri, dan bukan untuk memamerkan apapun. Suatu saat, aku hanya ingin melihat kembali diriku yang masih berjuang dengan membaca tulisan yang mencerminkan semuanya.

Tujuan awal tulisan ini dibuat hanyalah sebagai tugas sekolah, tetapi tidak akan ada orang yang tau jika mungkin kalian yang membaca ini menyukainya atau bahkan terinspirasi. Tulisan ini sekali lagi dibuat sebagai tulisan pertamaku, sebagai perkenalan diriku kepada kalian yang belum mengenal atau ingin mengenal sedikit lebih banyak tentang diriku.