Selasa, 09 Desember 2025

3 Minggu Bersama Adik-adik





Saint Mary's Way 
By Angelina Zita Ambarwati

Hai semuanyaa, kembali lagi bersama Zita dan berbagai artikel singkatnya. Kali ini aku ingin menceritakan sebuah pengalaman menarik yang beberapa waktu lalu aku alami. Tujuan utamaku membuat tulisan ini adalah memenuhi proyek ASAS, yaitu membuat blog. Jadi, mungkin aku akan mengetik lebih banyak dari biasanya. Sekolahku mengadakan program Saint Mary's Way. Aku sekolah di SMP Santa Maria Bandung. Program ini adalah salah satu kegiatan kokulikuler. 

See

Dalam program kali ini aku ditugaskan untuk mendampingi bina iman anak di GSG Cinunuk, Bandung. Tempat tersebut adalah tempat dimana aku pertama kali mengenal bina iman anak saat berumur 4 tahun. Dalam program SMW ini saya mendampingi bina iman anak selama 3 minggu berturut-turut, tepatnya setiap hari minggu. Tetapi sebenarnya aku sudah mendampingi bina iman anak di GSG ini sejak 3 tahun yang lalu. Dalam program ini aku mengajak dua orang teman, satu laki-laki dan satu perempuan.

Aku dan teman-teman juga didampingi beberapa kakak senior selama program Saint Mary's Way ini berlangsung. Setiap minggunya, kegiatan yang dilakukan berbeda-beda. Pada minggu pertama, saya berhalangan hadir karena mengikuti     kegiatan di keuskupan. Maka dari itu, beberapa hari sebelum pelaksanaan aku membuatkan materi untuk bina iman anak. Aku membuatkan salindia, mencarikan lagu dan membuatkan doa singkat untuk pembuka dan penutup. Saat hari Minggu, ternyata temanku yang laki-laki juga tidak dapat hadir karena mendapatkan kabar duka dari keluarganya. Jadi, temanku yang dapat bertugas hanya satu. Tetapi untungnya aku dapat meminta bantuan kakak senior yang selalu mendampingi bina iman anak sejak sebelum aku ikut mendampingi.

Pada minggu kedua, aku dan teman-teman berkumpul 1 jam sebelum  iman dimulai. Kami menyiapkan alat peraga berupa pohon BKSN 2025 dari kertas bekas. Pohon itu akan ditempel dengan kertas-kertas kecil berbentuk apel dengan tulisan anak-anak. Bina iman hari itu dimulai dengan ibadat penutupan BKSN 2025, dilanjut menulis dan menempel kertas bentuk apel yang sudah disiapkan sebelumnya. Setelah itu aku memutar beberapa lagu sekolah minggu lalu bernyanyi dan menari bersama adik-adik. Hari itu adalah pelaksanaan program SMW paling berkesan untukku.

Minggu terakhir, karena bertepatan dengan pembukaan bulan rosario, aku memutuskan membuat rosario besar menggunakan kertas buffalo. Aku dan teman-teman menggunting kertas dan mencetak beberapa hiasan kecil agar adik-adik dapat menempelkan hiasan sesuka hati. Sebelum berkreasi, kakak-kakak pendamping senior disana memimpin doa rosario misioner. Rosario Misioner adalah rosario yang biasanya digunakan SEKAMI, anak dan remaja misioner untuk mendoakan seluruh dunia. Setelah doa rosario dan berkreativitas, program SMW terakhir ini ditutup dengan gerak dan lagu bersama adik-adik. Setelah itu, aku dan teman-teman yang bertugas memberikan kesan dan pesan, serta berpamitan dengan adik-adik.

Judge


Aku sempat mengatakan bahwa pelaksanaan SMW yang paling berkesan adalah Minggu kedua. Minggu itu, aku sangat senang karena dapat mengajak temanku keluar dari zona nyamannya. Mereka juga memberikan kesan yang sangat baik setelah menjalani Saint Mary's Way ini. Minggu itu aku dan teman-teman lebih banyak berinteraksi langsung dengan adik-adik karena harus turun tangan membantu mereka membuat Pohon Aksi Nyata BKSN dan menyelesaikan teka-teki silang yang aku dan teman-teman persiapkan. Meskipun harus sedikit menyisihkan uang saku untuk menyiapkan kegiatan setiap minggunya, aku sangat senang dapat bekerja sama membuat bina iman anak terasa lebih hidup. Dari ide-ide temanku kemarin, aku dan kakak-kakak senior pendamping di gsg cinunuk juga jadi termotivasi dan ingin membuat bina iman anak di sana menjadi lebih menyenangkan.

Menurutku, program Saint Mary's Way ini juga membuat teman-temanku yang belum aktif dalam kegiatan diluar sekolah menjadi termotivasi untuk mulai bergerak dan mencari tempatnya berkarya di dalam masyarakat. Selain itu, teman-temanku juga dapat diajak bekerja sama dengan baik. Mereka cepat menanggapi dan mau saling memberi kritik dan saran. Mereka juga tidak malu untuk bertanya kepada kakak-kakak senior yang mungkin baru mereka kenal.

Selain itu, adik-adik disana sangat antusias melihat wajah-wajah baru pendamping muda. Adik-adik disana jadi lebih aktif bertanya ataupun menjawab pertanyaan. Pertanyaan mereka sangat unik, mulai dari mengenai topik bina iman hari itu hingga menanyakan aku dan teman-teman mulai dari namanya siapa, sekolah dimana, rumahnya dimana, umur berapa, suka makan apa, suka nonton film apa, dan masih banyak lagi.

Secara tidak langsung hal ini membuat aku dan teman-teman menjadi lebih dekat dengan adik-adik. 3 minggu itu terasa begitu singkat, rasanya baru kemarin aku memperkenalkan kedua temanku kepada adik-adik di GSG Cinunuk. Sampai akhirnya aku dan teman-teman berpamitan dengan adik-adik dan kakak seniorku, meskipun kedepannya aku akan tetap melanjutkan mendampingi bina iman seperti tahun-tahun sebelumnya.

Act

Setelah program selama 3 minggu itu selesai, singkat cerita tibalah hari untuk mempresentasikan proses yang sudah aku lalui. Pada saat presentasi, orang tua dari salah satu temanku memberikan pesan untuk tidak berhenti berkarya sampai disini saja, tetapi teruslah berkarya kedepannya. Aku jadi semakin termotivasi untuk aktif dalam kegiatan-kegiatan diluar sekolah. Selain mendampingi bina iman anak beberapa tahun ini, aku juga mengikuti misdinar, mazmur, dan volunteer di keuskupan Bandung.

Perubahan yang aku rasakan sejak mulai aktif dalam lingkungan masyarakat adalah lebih percaya diri untuk berbicara dengan orang lain, bahkan di depan banyak orang. Selain itu, aku merasa menjadi pribadi yang lebih peduli dan sadar akan keadaan di lingkungan sekitarku. Secara tidak langsung, aku jadi lebih mudah tersenyum dan menyapa orang lain. Aku juga mulai meninggalkan rasa canggung saat bertemu orang yang tidak aku kenal meskipun masih berproses.

Hal yang paling aku rasakan sekarang adalah aku menjadi merasa lebih semangat untuk hidup terutama setelah bertemu banyak orang dengan latar belakang yang berbeda-beda. Mulai dari anak kecil hingga dewasa dan dengan segala keunikannya, dengan semua cerita yang mereka alami, mereka juga tetap semangat menjalani hidup. Dari situ aku mulai belajar untuk tidak mudah menyerah dalam melakukan apapun.

Aku berharap teman-temanku yang masih dalam zona nyamannya segera keluar dan menemukan tempatnya masing-masing untuk melihat dunia lebih luas. Sekolah memang penting dan nomor satu bagiku. Aku juga belajar membagi waktu untuk kegiatan setiap harinya yang semakin hari semakin padat. Aku yakin jika keluar dari zona nyaman tidak akan membuat siapapun rugi. Justru disana orang-orang akan membuka matanya dengan lebar untuk melihat sekitarnya.

Menurut aku pribadi, keluar dari zona nyaman mulai dari sekarang akan membuatku lebih banyak belajar dan mempersiapkan diri untuk masa depan. Karena masih banyak hal yang hanya bisa aku pelajari dengan mengalami prosesnya langsung sendiri, karena faktanya banyak pembelajaran hidup yang tidak aku dapat disekolah. Aku juga menjadi tidak takut untuk gagal, karena yang terpenting adalah sejauh mana aku bisa berusaha.

Semoga orang-orang yang membaca tulisanku ini menjadi termotivasi. Terutama orang-orang yang mungkin masih bersantai dalam zona nyamannya. Aku juga berharap akan ada lebih banyak program seperti Saint Mary's Way ini agar teman-teman yang belum aktif dalam kegiatan masyarakat dapat memiliki kesempatan untuk mulai melihat lebih luas orang-orang di lingkungan sekitarnya.

Aku Zita, selalu dengan artikel-artikelnya mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang sudah mau menyisihkan waktu untuk mampir dan membaca artikel-artikel yang aku buat. Kedepannya aku akan membuat lebih banyak tulisan baik pengalaman pribadi maupun tugas sekolah.

Mel : https://inspirasikeatifabadi.blogspot.com/2025/11/senyum-mereka-mengajarkanku-arti.html

Krisna : https://informationthingandshare.blogspot.com/

Ayu : https://ruangpixelviaa.blogspot.com/

Bagas : https://baggassoloading.blogspot.com/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar